Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Penguatan ini membawa harga emas spot ke level tertinggi dalam satu minggu, meskipun pasar masih dibayangi kebijakan suku bunga ketat bank sentral Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sekitar 0,7% menjadi US$4.372,27 per troy ounce pada perdagangan Jumat pagi waktu Amerika Serikat. Emas juga berada di jalur kenaikan mingguan pertama setelah mengalami pelemahan selama empat pekan berturut-turut.
Harga Minyak Turun Menjadi Pendorong Kenaikan Emas
Salah satu faktor yang mendukung pergerakan emas adalah penurunan harga minyak dunia. Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Arab Saudi membantu mengurangi tekanan inflasi global.
Harga minyak Brent turun sekitar 0,84% menjadi US$103,94 per barel. Penurunan harga minyak membuat investor melihat peluang berkurangnya tekanan inflasi, sehingga ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut ikut mereda. Kondisi ini memberikan dukungan terhadap harga emas.
Kebijakan The Fed Masih Menjadi Perhatian Utama
Pada 16 September 2026, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75% hingga 4%.
Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena aset tersebut tidak menghasilkan bunga. Investor cenderung membandingkan potensi keuntungan emas dengan instrumen berbasis dolar dan obligasi Amerika Serikat.
Namun, pasar emas menunjukkan ketahanan meskipun The Fed mengambil kebijakan yang lebih ketat. Investor kini masih mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya pada pertemuan Oktober.
Dolar AS yang Menguat Membatasi Kenaikan Emas
Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membatasi laju kenaikan harga emas.
Karena emas diperdagangkan menggunakan dolar AS, kenaikan nilai dolar dapat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi permintaan emas dari pasar internasional.
Meski demikian, permintaan emas dari investor dan bank sentral tetap menjadi salah satu faktor penting yang mendukung harga dalam jangka panjang.
Prospek Harga Emas Selanjutnya
Analis pasar melihat harga emas masih menghadapi volatilitas tinggi. Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Kebijakan suku bunga Federal Reserve.
- Pergerakan dolar Amerika Serikat.
- Harga minyak dunia dan inflasi global.
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Permintaan emas dari bank sentral dan investor global.
Reuters mencatat bahwa emas saat ini menghadapi area resistance di sekitar US$4.400 hingga US$4.440 per troy ounce. Jika mampu menembus area tersebut, pasar akan mencermati potensi penguatan lebih lanjut.
Kesimpulan
Harga emas dunia menunjukkan pemulihan pada perdagangan 18 September 2026 setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Penurunan harga minyak serta berkurangnya kekhawatiran inflasi menjadi faktor pendukung kenaikan emas.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan kebijakan bank sentral global karena suku bunga tinggi masih dapat memberikan tekanan terhadap aset logam mulia.