May 30, 2026
177751423469f2b6fa9efea

SUARAKANRAKYAT – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kalimantan Selatan tahun ini tampil dengan wajah berbeda. Alih-alih dipenuhi riuh demonstrasi dan kepulan asap orasi di jalanan, ratusan buruh justru terlihat antusias mengantre layanan kesehatan Gratis

Bertempat di Polresta Banjarmasin pada Rabu (29/4/2026), suasana hangat menyelimuti pertemuan antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan para buruh serta komunitas odol. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa kondusivitas ini lahir dari kesepakatan bersama antara kepolisian dan serikat buruh.

“Perwakilan organisasi dan serikat buruh telah bersepakat menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. Kita ganti momen ini dengan kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh buruh maupun masyarakat umum,” ujar Irjen Yudha.

Layanan Kesehatan Jadi ‘Primadona’

Bukan hanya buruh pabrik, para pengemudi ojek online (ojol) pun tampak menyemarakkan acara. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel bersama tim RS Bhayangkara menjadi pos yang paling banyak diserbu peserta.

Gubernur Kalsel, Muhidin, yang hadir langsung di lokasi, memberikan jempol atas inisiatif ini. Menurutnya, pendekatan persuasif Kapolda terbukti efektif menciptakan suasana damai namun tetap bermakna.

“Kami berterima kasih, kegiatan seperti ini sangat menyentuh kebutuhan kawan-kawan buruh,” puji Muhidin.

Meski memilih tidak turun ke jalan, bukan berarti serikat buruh melunakkan perjuangan mereka. Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel, Sadin Sasau, menegaskan bahwa substansi perjuangan tetap menjadi prioritas utama.

Ada dua poin krusial yang tetap disuarakan dalam momentum May Day kali ini:

  1. Hapus Sistem Outsourcing: Mendesak penghapusan sistem kerja alih daya yang dianggap merugikan masa depan pekerja.
  2. Upah Layak: Menuntut penyesuaian upah yang seimbang dengan kondisi perekonomian dan daya beli saat ini.

“Kami tidak turun ke jalan hari ini, tapi kesejahteraan buruh tetap kami perjuangkan tanpa henti,” tegas Sadin.

Perayaan May Day di Bumi Lambung Mangkurat kali ini menjadi potret baru kolaborasi antara buruh dan pemerintah. Bahwa menyuarakan hak tidak selamanya harus bersitegang, namun bisa dilakukan melalui dialog yang humanis tanpa kehilangan tajamnya tuntutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *