July 14, 2026
17809130706a2693ae85b69

BANJARMASIN – Densus 88 Narasumber pada Kegiatan Rakor Peserta Didik & Pembangunan Karakter dengan Tema Pencegahan & Penanganan Murid SMK yang Terpapar Radikalisme, hasil Kolaborasi Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan , yang digelar di Hotel Roditha Kota Banjarmasin

Kegiatan yang diikuti sekitar -+ 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se Kalimantan Selatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kewaspadaan dunia pendidikan terhadap ancaman radikalisme yang kini menyasar generasi muda melalui media sosial dan ruang digital.

Dalam pemaparannya, Katim Idensos Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri, Iptu Arini S.H., menjelaskan bahwa fenomena penyebaran paham radikal kini mengalami pergeseran dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana propaganda dan perekrutan, termasuk menyasar anak-anak dan pelajar.

Menyampaikan IPR Indeks Potens Radikal Provinsi Kalsel pada Tahun 2025 mengalami Kenaikan peringkat menjadi 6 dari 36 Provinsi , hal ini menjadi perhatian bersama dikerenakan semakin banyak nya anak anak di kalimantan selatan yang tergabung kedalam grup ekstrimis seperti . Adapun total anak yang dibina sampai saat ini sudah 10 anak di Provinsi Kalimantan Selatan dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika tidak kita lakukan pencegahan dari sekarang

Ia mengungkapkan, Densus 88 AT menemukan adanya anak di bawah umur di beberapa wilayah Kalimantan Selatan yang tergabung dalam grup percakapan berisi konten kekerasan dan radikalisme. Temuan tersebut menjadi perhatian serius dan telah dilakukan penanganan bersama stakeholder terkait seperti DP3A, PPA, serta Polda Kalsel.

“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang rentan terpapar paham IRET apabila tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang toleransi, kebangsaan, dan bijak bermedia sosial. Karena itu, sekolah memiliki peran penting sebagai benteng awal pencegahan,” ujar Ipda Arin.

Selain menjelaskan definisi dan karakteristik Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, Tim Pencegahan Satgaswil Kalsel juga menyampaikan strategi pencegahan di lingkungan sekolah, di antaranya melalui penguatan literasi kebangsaan nilai-nilai karakter dan budi pekerti ke dalam mata pelajaran (terutama Pendidikan Agama dan PPKn), Pendekatan personal/konseling oleh Guru Bimbingan Konseling (BK).Tata tertib sekolah yang tegas menolak segala bentuk perundungan (bullying) dan diskriminasi.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, toleran, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai antarwarga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat karakter pelajar yang cinta damai, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *