July 14, 2026
17839475436a54e1175e425

Banjarbaru , Upaya pencegahan Paham Intoleransi Radikalisme ektrimisme dan terorisme terus di Gencarkan dalam hal ini Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri / Densus 88 hadir langsung edukasi ke peserta MPLS SMPN 10 Banjarbaru, Densus 88 mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat toleransi dan persatuan bangsa.

Dalam MPLS 2026 Densus 88 AT Polri hadir Memberikan edukasi Kepada -+ 200 siswa / siswi peserta MPLS , kegiatan ini di sambut baik Oleh Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru Ijin ibu Siti Hidayati,S.Pd,M.Pd ” Media sosial sangat rawan digunakan untuk para pelaku kejahatan , di ruang digital selain ada informasi penting juga ada hal yang berbahaya sehingga penting untuk kita semua bijak bermedia sosial

Dalam kegiatan tersebut Bripka Eko S S. Sos Menyampaikan Materi Pengertian Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) dan menolak keras Perundungan / Bullying

Kaitan Perundungan (Bullying) dengan Intoleransi , tindakan teror seringkali berawal dari sikap intoleransi dan aksi perundungan (bullying) di sekolah. Oleh karena itu, para siswa diingatkan untuk saling menghargai dan menjauhi segala bentuk kekerasan sebagai fondasi dasar mencegah radikalisme.

Transformasi penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui platform digital dan media sosial, sehingga generasi muda menjadi kelompok yang rentan terpapar.

“Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh pihak, termasuk guru dan orang tua, dalam melakukan deteksi dini, meningkatkan literasi digital, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak,” tambahnya.

Dalam paparannya, mendorong terciptanya kesadaran kolektif melalui penguatan sikap toleransi, penyebaran konten positif di media sosial, serta kewaspadaan terhadap hoaks dan propaganda radikal.

Kegiatan diakhiri deklarasi bersama

“Saya Anak Indonesia!”

“Saya Menolak Radikalisasi & Terorisme!

“Saya Menolak Bullying & Kekerasan!”

“Saya Siap Menjadi Pelindung Teman!”

Melalui kegiatan ini, diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif, bebas dari perundungan, serta mampu menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *