Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Paham IRET & Ajak Stop Bullying di kalangan pelajar SMPN 5 Banjarmasin.
Densus 88 Antiteror Polri Terus menggencarkan Sosialisasi bahaya paham Intoleransi radikalisasi dan dampak perilaku bullying di kalangan pelajar , kegiatan kali ini berlangsung di SMPN 5 Banjarmasin, Densus 88 mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat toleransi dan jauhi prilaku bullying
Dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Densus 88 Kalsel, KOMBESPOL Fachrul Sugiarto, S.I.K, diwakili oleh Bripka Prasetio SH Menyampaikan Materi Pengertian Bullying , Intoleransi , Radikalisasi dan Kekerasan di sertai contoh tindakan serta dampak prilaku tersebut
Kaitan Perundungan (Bullying) dengan Intoleransi Tim juga memaparkan bahwa tindakan teror seringkali berawal dari sikap intoleransi dan aksi perundungan (bullying) di sekolah. Oleh karena itu, para siswa diingatkan untuk saling menghargai dan menjauhi segala bentuk kekerasan sebagai fondasi dasar mencegah radikalisme.
Transformasi penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui platform digital dan media sosial, sehingga generasi muda menjadi kelompok yang rentan terpapar.
Dalam paparannya, mendorong terciptanya kesadaran kolektif melalui penguatan sikap toleransi, jauhin konten kekerasan , bersikap positif di media sosial serta hindari berita Hoax , Jauhi dan hindari prilaku bullying karena sangat berdampak buruk negatif baik bagi pembully maupun yang di bullying.
kegiatan ini juga membuka sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para siswa siswi diberikan kesempatan berdialog langsung dengan personil Densus 88 AT Polri. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan deklarasi
“Saya Anak Indonesia!”
“Saya Menolak Radikalisasi & Terorisme!
“Saya Menolak Bullying & Kekerasan!”
“Saya Siap Menjadi Pelindung Teman!”
sebagai bentuk komitmen bersama antara SMPN 5 Banjarmasin dan Densus 88 Satgaswil Kalsel
diharapkan lingkungan sekolah semakin kondusif, bebas dari perundungan, serta mampu menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda.